Trik Menekan Carbon dengan Eco Enzyme

 https://www.vanguardrenewables.com/_ipx/w_3840,q_75/https%3A%2F%2Fwww.datocms-assets.com%2F97698%2F1712773428-shutterstock_1056730958.jpg%3Ffit%3Dclamp?url=https%3A%2F%2Fwww.datocms-assets.com%2F97698%2F1712773428-shutterstock_1056730958.jpg%3Ffit%3Dclamp&w=3840&q=75

Ternyata dengan melakukan fermentasi sampah organik dapat menghasilkan cairan multi manfaat yang disebut eco enzyme. Sampah dapur atau sisa tanaman tidak hanya bisa diolah menjadi pupuk organik. Namun, juga ditingkatkan manfaatnya menjadi eco enzyme. Menurut Gusniarni, S.E., M.Si., eco enzyme adalah cairan organik hasil fermentasi limbah organik segar (seperti kulit buah dan sayuran), gula merah/molase, dan air. Larutan ini dihasilkan dari proses fermentasi yang berlangsung selama 90–100 hari.

Hebatnya larutan ini bisa diubah menjadi berbagai produk seperti desinfektan, pupuk, bahan pakan dan penjernih air. Menurut Gusniarni, S.E., M.Si. di Indonesia, produksi sampah organik mencapai 31,9 juta ton pada 2024, dan banyak yang belum dikelola dengan baik.

Pengolahan eco enzyme dapat membantu mengurangi jumlah limbah, mengurangi emisi gas rumah kaca, seperti metana (CH₄) yang 23 kali lebih berbahaya dibanding CO₂, serta menjadi solusi ekonomi sirkular yang menguntungkan.

No comments:

Post a Comment