Membuat Eksistem Mini dengan Topless

 https://temonggo.com/wp-content/uploads/2021/01/tanaman-aquarium-mini.jpg.webp

Salah satu cara membuat ekosistem mini adalah dengan memanfaatkan topless plastic yang bisa dibeli atau bekas kemasan makanan. Lalu nanti diisi media tanaman aquascape untuk bagian bawahnya.

Lalu langkah selanjutnya adalah dengan memasukkan tanaman seperti sirih gading atau juga Tanaman ivy, lidah buayam spider plant, bunga lili. Namun kami lebih merekomendasikan sirih gading karena harganya murah dan mudah diperoleh.

Kemudian pada bagian bawahnya kita bisa mencelupkan beberapa jenis tanaman air yang low CO2 seperti Amazon sword atau Echinodorus amazonicus. Untuk berapa banyak tentu disesuaikan dengan ukuran wadah jangan terlihat terlalu ramai sehingga nantinya saling menghambat satu sama lain.

Lalu kemudian diisi ikan, pilihannya adalah yang tahan terhadap kondisi rendah O2. Seperti cupang, ikan spat hias. Topless ini bisa diletakkan di tempat yang teduh namun masih terjangkau sinar matahari namun tidak langsung, misalnya diteras.

Dengan berjelannya waktu maka tanaman air akan berfungsi menyerap amoniak dari kotoran ikan dan sisa makanan, lalu menyumbang O2 bagi ikan. Sementara air jernih topless akan mengundang nyamuk untuk meletakkan telur yang menjadi sumber makanan. Lalu juga akan muncul mikroorganisme yang bertugas mengurai sampah organik untuk menjadi bahan makanan bagi tanaman.

Cara Termudah Memulai Green Living

 https://leafyplace.com/wp-content/uploads/2020/06/plant-in-a-water-bottle.jpg

Ketika melihat pekarangan yang sudah hijau dan rimbung banyak orang yang ragu untuk memulai green living. Pasalnya itu dianggap proses yang perlu waktu lama dan perlu ketekunan. Tentu saja, hanya saja kita bisa memulai dari langkah-langkah sederhana.

Setidaknya ada beberapa cara mudah untuk memulai green living di kediaman kita, antara lain sebagai berikut

Pertama, memanfaatkan wadah yang ada entah itu kaleng, ember botol bekas sebagai tempat menanam.  Cara termudah untuk mendapatkan tanaman adalah dengan menanam apa saja yang ada di dapur. Seperti sisa akar bayam atau kangkong, biji cabe atau tomat. Tanam setiap biji atau bagian tanaman yang ada di dapur kita.

Kedua, tidak ada salahnya membeli tanaman berharga murah lalu tanam di media yang ada atau dipot. Lalu setelah muncul cabang atau tunas lakukan perbanyakan agar menambah jumlah populasi tanaman.

Ketiga, jika space tidak tersedia tanaman tersebut dapat digantung atau dibuatkan di rak yang bertingkat sehingga jumlah tanaman yang ada di rumah kita cukup banyak. Entah kenapa semakin banyak tanaman yang ada di rumah kita entah itu yang mahal atau asal dari biji akan selalu menciptakan suasana yang asri.  

Perbedaan Green Living dengan Hobist Hewan

 https://omkicau.com/wp-content/uploads/2014/08/dscf20211.jpg

Ada yang beranggapan memelihara hewan di rumah dengan konsep green living sama dengan para hobist. Ada perbedaan. Pasalnya untuk cara yang terakhir mendorong untuk terciptanya keseimbangan.

Dalam konsep green living maka Anda berusaha untuk menciptakan kondisi alami bagi hewan, entah itu ikan atau burung. Barangkali untuk perawatan ikan akan dilengkapi dengan tanaman air sehingga terjadi sebuah eksostem. Sementara untuk burung dengan konsep aviary dimana burung diupayakan bisa terbang dengan bebas di antara pohon-pohon.

Seorang hobist akan memberikan perawatan yang maksimal agar menjaga hewan peliharannya menjadi sehat. Sementara green living menjadikan burung atau ikan menjadi adaptif dan bertahan dengan daya dukung mahluk hidup yang lain.

Dengan kata lain Anda sedang menciptakan ekosistem sementara seorang hobist akan mengupayakan kondisi yang terkontrol agar peliharaannya sehat. Sehingga green living akan membuat sebuah kondisi dimana peran manusia menjadi minim sementara kondisi keseimbangan sengaja ditumbuhkan.